:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2222986/original/020734000_1526974688-1.jpg)
Sebelumnya, PT Pertamina EP Asset 5 Sangasanga Field melakukan tajak atau pemboran sumur di area Sangasanga Struktur Louise K-13, Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, untuk mengawali pengerjaan proyek pada 2019.
General Manager Asset 5, Irwan Zuhri mengatakan, sumur LSE-K13 mempunyai cadangan minyak mentah sebesar 392.49 ribu stock tank barrels (MSTB) dan ditargetkan akan memproduksi minyak mentah sebesar 172 barel per hari (bph).
Sumur ini akan menjadi sumur Louise-1109 artinya sampai saat ini sudah ada 1.109 sumur yang ada di struktur Louise, ini menggambarkan perjalanan panjang yang dilalui oleh struktur louise yang dimulai dari zaman Belanda.
"Sumur LSE-K13 ini merupakan percepatan tajak yang dilakukan, sebagai upaya untuk menunjukkan komitmen Pertamina EP untuk bekerja lebih awal diahun 2019," kata Irwan, di Jakarta, Kamis 3 Januari 2019.
Sumur LSE-K13 akan dilakukan pengeboran sedalam 1.480 metre measured depth (mMD) oleh Rig dari Pertamina Drilling Service (PDSI) #22.2 / OW700-M dengan jenis pengeboran vertikal yang dilakukan selama 23 hari.
"Diharapkan sumur LSE-K13 dapat memberikan kontribusi terhadap angka produksi Sangasanga yang saat ini berada di kisaran 1.232 bph," tutur dia.
Finance and Business Support Director Pertamina EP, Fajar H Widodo, mengungkapkan tajak sumur LSE-K13 merupakan permulaan yang baik pada 2019. Ini merupakan komitmen dari Pertamina EP, terutama Asset 5 yang telah mengimplementasikan rencana kerja 2019.
"Saya berharap agar para pekerja tetap fokus untuk menjalankan rencana kerja yang telah disepakati bersama," ujar dia.
Saksikan video pilihan di bawah ini:
Pertamina masih menjadi pemain skala kecil di dunia migas. Untuk itu presiden minta kepada Pertamina agar melakukan eksplorasi besar-besaran.
Bagikan Berita Ini
0 Response to "2019, Pertamina Incar Produksi Migas 921,54 Ribu BOEPD"
Post a Comment