:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/673752/original/investasi-rumah.jpg)
Ilustrasi Rumah | Via: liputan6.com
Namun menurut Olson, yang membedakan antara tahun ini dan tahun-tahun sebelumnya adalah bahwa pada tahun sebelumnya pembeli kaya Tiongkok membeli properti dengan harga jutaan dolar AS dalam bentuk tunai, tapi sekarang kebanyakan pembeli China kelas menengah mencari rumah dengan harga lebih rendah dan cenderung akan lebih menggunakan hipotek.
Alasan mengapa masih banyaknya orang China yang membeli properti di AS karena orang-orang China masih melihat Amerika sebagai tempat yang aman untuk menanam aset mereka untuk saat ini, hingga masa depan untuk anak-anak mereka.
Saat ini di San Fransisco ada beberapa perusahaan pemberi pinjaman yang melayani pembeli China. Namun saat ini menurut Realtors, harga rata-rata rumah yang dijual kepada pembeli China turun dari USD 530 ribu atau setara Rp 7,5 miliar (kurs USD 1 = Rp 14.125) pada 2017 dan menjadi USD 439 ribu atau Rp 6,2 miliar pada 2018, atau dengan kata lain turun Rp 1,3 miliar dalam kurun waktu satu tahun.
Sementara California saat ini masih menjadi tempat terfavorit di antara pembeli China, ada beberapa di antara mereka yang berpindah ke Texas, Georgia dan Florida.
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Ada Perang Dagang, Warga China Tetap Beli Rumah di AS"
Post a Comment