:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1048666/original/012819900_1447057581-20151109-Ilustrasi-Logam-Muli-iStockphoto3.jpg)
Liputan6.com, Jakarta - Harga emas stabil pada perdagangan Selasa karena pelemahan dolar AS diimbangi oleh kenaikan pasar saham. Biasanya, pelemahan dolar AS mendorong kenaikan harga emas tetapi karena pasar saham bergairah maka investor lebih memilih untuk mengalihkana portofolio di saham.
Mengutip Reuters, Rabu (17/10/2018), harga emas di pasar spot tidaak berubah di level USD 1.226,29 per ounce pada pukul 1.52 siang waktu New York. Pada Sesi sebelumnya harga emas sempat mencapai level USD 1.233,26 per ounce yang merupakan harga tertinggi sejak 26 Juli.
Sedangkan untuk harga emas berjangka AS ditutup naik USD 0,7 atau 0,1 persen ke level USD 1.231 per ounce.
"Pasar saham tengah membaik karena data menunjukkan bahwa laporan keuangan beberapa emiten membaik. Hal itu menghalangi harga emas untuk melanjutkan reli," jelas analis INTL FC Stone, Edward Meir.
Sebenarnya, harga emas tengah mendapat angin segar karena pelemahan dolar AS. Namun kesempatan ini sulit untuk tterwujud karena pasar ekuitas.
Indeks dolar AS turun ke posisi terendah dalam dua pekan pada perdagangan Selasa. Sementara mata uang negara-negara berkembang mampu menguat.
Di sisi teknis, harga emas diperdagangkan di kisaran rata-rata USD 1.227 per ounce.
https://www.liputan6.com/bisnis/read/3669375/pelemahan-dolar-as-tak-mampu-dorong-harga-emasBagikan Berita Ini
0 Response to "Pelemahan Dolar AS Tak Mampu Dorong Harga Emas"
Post a Comment