Search

Strategi Kementan Jaga Produksi Beras di Tengah Berkurangnya Lahan Pertanian

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong pemerintah untuk melakukan validasi berkala terhadap benih-benih padi yang sudah beredar dan ditanam petani.

Hal tersebut bertujuan memastikan kualitas benih, terutama produktivitasnya benar-benar sesuai dengan informasi yang diterima petani ketika menerima benih tersebut.

Sebagai contoh, pemerintah perlu melakukan pemeriksaan lapangan terhadap benih yang diklaim dapat menghasil produksi 10 ton per hektar. Usai pemeriksaan bisa dipastikan jika produktivitas memang benar-benar mencapai 10 ton per hektar atau meleset.

"Itu kan yang jadi di tanah 2 hektar. Begitu tanah 50 ribu hektar (produksi) rata-ratanya berapa. Jadi kalau bicara 10 ton per hektar itu baru awal. Tadi kan dijelaskan sesudah 3 tahun berjalan, atau lima harus ada validasi, yang dibilang 10 ton, oh ternyata rata-rata hanya 7 ton," kata Ketua Komite Tetap Ketahanan Pangan Kadin Indonesia, Franciscus Welirang, di Jakarta, Rabu (24/10/2018).

"Nggak bisa Anda mengatakan saya menghasilkan benih 10 ton, di lahan yang berapa luas, di mana, untuk itu sudah mulai dibagikan," lanjut dia.

Dengan demikian, baik petani maupun pemerintah akan mendapatkan data yang akurat mengenai kualitas bibit dan produksi beras di tingkat petani.

"Ngomong saja sama petaninya memang berani jamin dia hasilnya 10 ton per hektar?. Kalau mau jamin, wah nggak capai, oh itu kamu pupuknya, kan banyak variasinya. Harus ada validasi itu yang confirmed," tandasnya.

Let's block ads! (Why?)

https://m.liputan6.com/bisnis/read/3675693/strategi-kementan-jaga-produksi-beras-di-tengah-berkurangnya-lahan-pertanian

Bagikan Berita Ini

Related Posts :

0 Response to "Strategi Kementan Jaga Produksi Beras di Tengah Berkurangnya Lahan Pertanian"

Post a Comment

Powered by Blogger.