Search

Dorong Ekonomi, Pemerintah Harus Dukung Teknologi Digital

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah perlu mendukung dan mendorong perkembangan teknologi digital guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Generasi milenial akan membantu pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital.

"Selama jangka menengah dan panjang, rencana digital blue print pemerintah dan upaya untuk mengembangkan ekonomi digital akan memberikan dorongan lebih jauh terhadap kualitas pertumbuhan ekonomi," kata Ekonom UOB Indonesia, Enrico Tanuwidjaja, dalam Konferensi Pers, di Hotel Raffles, Jakarta, Rabu (3/9/2018).

Menurut dia, Indonesia memiliki potensi pertumbuhan ekonomi digital yang baik dengan jumlah pengguna internet, penetrasi pengguna media sosial, dan pelanggan telepon seluler yang besar.

"Sebagian besar pengguna adalah konsumen milenial yang merupakan generasi pertama ‘mobile first’ dan ‘mobile only’ di Indonesia," jelas dia.

Jumlah milenial, diperkirakan akan mencapai angka 94 juta pada tahun 2020, dan banyaknya perusahaan berbasis teknologi finansial dalam rangka melayani kebutuhan pelanggan yang semakin digital, akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi digital.

Dia menambahkan, berbagai kebijakan yang diluncurkan oleh pemerintah, dalam payung besar 16 paket reformasi ekonomi, termasuk pelonggaran peraturan dan proses bisnis, reformasi dan insentif perpajakan telah memberikan dukungan untuk memperkuat daya saing bisnis Indonesia.

"Jika perubahan struktural lebih lanjut berhasil diterapkan, dikombinasikan dengan peraturan untuk mendorong inovasi, kami memperkirakan bahwa kontribusi ekonomi digital secara keseluruhan dapat mencapai 3,3 persen dari PDB Indonesia pada 2022," tutup Enrico.

Reporter: Wilfridus Setu Umbu

Sumber: Merdeka.com

Let's block ads! (Why?)

https://www.liputan6.com/bisnis/read/3658411/dorong-ekonomi-pemerintah-harus-dukung-teknologi-digital

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Dorong Ekonomi, Pemerintah Harus Dukung Teknologi Digital"

Post a Comment

Powered by Blogger.