:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1756570/original/021201900_1509447387-20171031-Tol-Tak-Layani-Pembayaran-Tunai--Angga-2.jpg)
Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat secara keseluruhan sistem pembayaran tetap terpelihara baik tunai maupun nontunai. Untuk sistem pembayaran nontunai sendiri terjadi peningkatan yang terjadi secara konsisten atau terus menerus.
Gubernur BI, Perry Warjiyo menyebutkan, pembayaran tunai tetap tumbuh positif meski nontunai terus meningkat. Terlihat dari Uang Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 7,4 persen secara year on year (yoy) pada Februari 2019.
"Sedangkan pembayaran nontunai secara konsisten terus meningkat," kata dia di kantornya, Kamis (21/3/2019).
Peningkatan terjadi pada penggunaan Uang Elektronik (UE). Secara keseluruhan, untuk pembayaran nontunai baik itu penggunaan ATM-Debit, Kartu Kredit dan uang elektronik tumbuh 15,3 persen (yoy) pada Januari 2019.
"UE yang mengalami pertumbuhan mencapai 66,6 persen (yoy)," ujarnya.
Sementara itu, penggunaan ATM-Debit masih mendominasi transaksi sistem pembayaran ritel dengan pangsa 94,8 persen dan pertumbuhan 15,4 persen (yoy).
Sementara itu, penggunaan Uang Elektroniksemakin populer, terutama sebagai instrumen pembayaran untuk moda transportasi dan e-commerce.
"Ke depan Bank Indonesia akan terus memperkuat peran sistem pembayaran dalam mendukung kegiatan ekonomi," tutupnya.
Reporter: Yayu Agustini Rahayu
Sumber: Merdeka.com
https://www.liputan6.com/bisnis/read/3922839/pertumbuhan-transaksi-uang-elektronik-naik-66-persenBagikan Berita Ini
0 Response to "Pertumbuhan Transaksi Uang Elektronik Naik 66 Persen"
Post a Comment