"Ini kan hal-hal yang tidak bagus, pasti ada indikasi korupsi, dan kita akan kejar siapapun yang merugikan, karena ini kembali bukannya kita ingin menyalahkan, tetapi penegakan hukum kepada bisnis proses yang salah harus kita perbaiki," kata Erick dalam acara Talkshow Bangkit Bareng, Selasa (28/9/2021).
Dalam catatan detikcom Juli 2019 lalu, Roy Edison Maningkas yang ketika itu mengajukan pengunduran diri sebagai Komisaris Independen menjelaskan, proyek ini telah dicanangkan sejak tahun 2011 dan terancam merugi. Pasalnya, harga pokok produksi (HPP) slag yang dihasilkan proyek blast furnace ini lebih mahal US$ 82 per ton atau setara dengan Rp 1.144.130 (kurs Rp 14.000) jika dibandingkan harga pasar.
(dna/dna)
https://news.google.com/__i/rss/rd/articles/CBMiXGh0dHBzOi8vZmluYW5jZS5kZXRpay5jb20vaW5mb2dyYWZpcy9kLTU3NDQyODMvcHJveWVrLW1hbmdrcmFrLWJ1bW4tYmFqYS10ZXJpbmRpa2FzaS1rb3J1cHNp0gFgaHR0cHM6Ly9maW5hbmNlLmRldGlrLmNvbS9pbmZvZ3JhZmlzL2QtNTc0NDI4My9wcm95ZWstbWFuZ2tyYWstYnVtbi1iYWphLXRlcmluZGlrYXNpLWtvcnVwc2kvYW1w?oc=5
2021-09-28 15:00:42Z
52782986830401
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Proyek Mangkrak BUMN Baja Terindikasi Korupsi - detikFinance"
Post a Comment