:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/903374/original/016140900_1434525362-Sara_Blakely.jpg)
Liputan6.com, Atlanta - Miliarder Sara Blakely tidak menyangka kegagalannya masuk sekolah hukum justru membuatnya kerja menjadi sales. Kemudian, perjuangan berat sebagai sales mendorongnya membuka bisnis sendiri yang menjadikannya miliarder.
Dilansir dari CNBC, Blakely mengaku sempat bekerja sebagai sales menjual mesin faksimili dari pagi hingga sore. Ia mendarat di pekerjaan itu setelah keluar dari pekerjaannya di Disney World.
Jika sekarang ia sudah menjadi miliarder, dulu pekerjaannya sebagai sales terbilang pahit karena ia harus menyetor hasil ke bosnya.
"Kebanyakan pintu dibanting di depan wajah saya. Saya melihat kartu bisnis saya disobek setidaknya seminggu sekali, dan saya bahkan pernah beberapa kali diantar polisi keluar dari bangunan," ujar Blakely.
Tak cocok sebagai penjual faksimili, ia pun memutuskan menjual produk celana khusus wanita: Spanx. Ia mendapat ide ini ketika merenungkan kehidupannya sebagai penjual faksimili.
"Saya tahu saya jago berjualan dan saya ingin menjadi wirausahawan. Ketimbang mesin faksimili, saya ingin menjual sesuatu yang saya benar-benar pedulikan," ucapnya.
Spanx resmi berdiri pada tahun 2000 dan sekarang menjadi miliarder dengan kekayaan mencapai USD 1,1 miliar (Rp 15,5 triliun).
Ia berkata semua orang mempunyai ide bagus untuk menjadi miliarder, tetapi ia mengingatkan bahwa kerja keras lebih penting ketimbang inspirasi.
https://www.liputan6.com/bisnis/read/3934566/kisah-sara-blakely-mantan-sales-yang-jadi-miliarderBagikan Berita Ini
0 Response to "Kisah Sara Blakely, Mantan Sales yang Jadi Miliarder"
Post a Comment