:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1158948/original/095423800_1456912771-20160302-Panel-Surya-ESDM-Jakarta--Gempur-M-Surya-01.jpg)
Liputan6.com, Jakarta - Untuk memenuhi kebutuhan energi, Norwegia mulai meninggalkan minyak bumi dan beralih menginvestasikan dana ke tenaga angin dan surya. Dana tersebut diraup negara berkat surplus minyak dan dikenal sebagai Oil Fund (dana minyak) yang sering digunakan untuk investasi di bermacam sektor.
Dikutip dari The Guardian, Sabtu (6/4/2019), total Oil Fund adalah sebesar USD 1 triliun atau Rp 14.117 triliun (USD 1 = Rp 14.117). Investasi untuk energi terbarukan diperkirakan mencapai USD 14 miliar (Rp 197,6 triliun).
Ini dipandang sebagai bukti bahwa negara yang kaya berkat minyak bumi pun bisa melepas ketergantungan dari komoditas itu menuju energi hijau alias terbarukan. "Bahkan dana yang dibentuk berkat minyak menyadari bahwa masa depan itu hijau," CEO Storebrand Asset Management Jan Erik Saugestad.
Pemerintah Norwegia resmi memberikan lampu hijau pada Jumat, 5 April 2019, agar dana tersebut berinvestasi pada perusahaan energi terbarukan yang tidak listing di bursa saham. Pasalnya, dua per tiga dari pasar infrastruktur terbarukan memang tidak listing. Pengamat pun menganggap perusahaan-perusahaan tersebut menjanjikan karena sedang berkembang.
Negara itu juga mengumumkan divestasi pada lebih banyak perusahaan batu bara. Ini kelanjutan dari kebijakan tahun 2015 lalu ketika Norwegia mengivestasikan USD 6,5 miliar saham terkait batu bara.
https://www.liputan6.com/bisnis/read/3935493/tinggalkan-minyak-bumi-norwegia-penuhi-kebutuhan-energi-dari-angin-dan-suryaBagikan Berita Ini
0 Response to "Tinggalkan Minyak Bumi, Norwegia Penuhi Kebutuhan Energi dari Angin dan Surya"
Post a Comment