:strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/2207175/original/091106800_1525852554-FATF.jpg)
Liputan6.com, Jakarta - Indonesia tengah berjuang untuk bergabung dalam menjadi anggota lembaga internasional anti pencucian uang (Financial Action Task Force/FATF). Tinggal beberapa langkah lagi, upaya Indonesia ini akan membuahkan hasil, sehingga bisa berperan besar dalam pemberantasan pencucian uang dan pendanaan terorisme (AML/CFT).
FATF merupakan suatu forum kerja sama antar negara yang bertujuan menetapkan standar global rezim anti pencucian uang dan pendanaan terorisme, serta hal-hal lain yang mengancam sistem keuangan internasional.
Peluang Indonesia menjadi anggota FATF kian terbuka, ketika Presiden FATF Santiago Otamendi beserta jajarannya berkunjung ke Kantor Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Rabu (9/5/2018).
Berdasarkan pantauan, pertemuan antara Otamendi dengan Sri Mulyani berlangsung tertutup. Turut hadir juga dalam pertemuan itu Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Ahmad Badaruddin.
Kepala PPATK, Kiagus Ahmad Badaruddin mengungkapkan, kedatangan Presiden FATF bertujuan untuk melihat kesiapan Indonesia dalam keikutsertaan bergabung pada FATF.
"Kita mau jadi anggota FATF, kita jadi anggota. Jadi dia mau melihat mau mengecek apakah siap apa enggak. Itu tujuannya," ungkap Kiagus usai melangsungkan pertemuan di Gedung Kementerian Keuangan.
Dalam pertemuan itu, dijelaskan Kiagus, pemerintah dan FATF telah membahas mengenai peran masing-masing kementerian dan lembaga lainnya. Di mana dalam hal ini, semua harus berjalan baik dan komitmen untuk ke depan.
"Kita bahas mengenai peran dari masing-masing kementerian lembaga, jadi ini hukumnya sudah oke. Dalam pelaksanaannya, peran masing-masing lembaga berjalan dengan baik. Kemudian komitmen dari masing masing kementerian dan lembaga semuanya bagus. Nah tinggal kita bagaimana mempertahankan itu dan ke depannya berjalan dengan baik," ujarnya
"Pokoknya mereka terkesan. Mereka full komitmen dan kerja sama antar institusi. Dia (FATF) mendapat kesan dari institusi yang ditemuinya sangat bagus komitmen penuh dan tidak ada yang berbeda-beda," mantan Irjen Kemenkeu itu.
Reporter : Dwi Aditya Putra
Sumber : Merdeka.com
https://www.liputan6.com/bisnis/read/3520006/bos-lembaga-anti-pencucian-uang-temui-sri-mulyani-bahas-apaBagikan Berita Ini
0 Response to "Bos Lembaga Anti Pencucian Uang Temui Sri Mulyani, Bahas Apa?"
Post a Comment