:strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/2093838/original/060135100_1523956364-20180417-Nilai-Tukar-AY1.jpg)
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada sesi pertama perdagangan saham Kamis pekan ini.Pergerakan IHSG ikuti bursa saham global merosot.
Pada penutupan sesi pertama, Kamis (3/5/2018), IHSG merosot 139,87 poin atau 2,33 persen ke posisi 5.872,36. Indeks saham LQ45 tergelincir 2,84 persen ke posisi 936,93. Seluruh indeks saham acuan merosot.Sebanyak 321 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. 51 saham menguat dan 77 saham diam di tempat.
Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 229.215 kali dengan volume perdagangan 4,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 3,6 triliun. Investor asing jual saham Rp 325,13 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 13.968.
10 sektor saham tersungkur. Sektor saham tambang turun 3,73 persen, dan catatkan penurunan terbesar. Disusul sektor saham barang konsumsi melemah 2,7 persen dan sektor saham konstruksi susut 2,48 persen.Saham-saham yang menguat di tengah IHSG melemah antara lain saham DFAM naik 24,54 persen ke posisi Rp 406 per saham, saham CTTH menanjak 9,82 persen ke posisi Rp 123 per saham, dan saham CAMP menguat 4,42 persen ke posisi Rp 378 per saham.
Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham HELI turun 16,93 persen ke posisi Rp 157 per saham, saham ADRO merosot 9,86 persen ke posisi Rp 1.600 per saham, dan saham TAXI menurun 9,76 persen ke posisi Rp 111 per saham.
Bursa saham Asia sebagian besar melemah kecuali indeks saham Thailand naik tipis 0,01 persen. Indeks saham Hong Kong Hang Seng menyusut 1,61 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi tergelincir 0,50 persen, indeks saham Shanghai merosot 0,25 persen, indeks saham Singapura susut 1,5 persen dan indeks saham Taiwan turun 0,68 persen.
Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:
Kiat Investasi Reksa Dana Saham Saat IHSG Bergejolak
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Kebutuhan Dolar AS Meningkat, Rupiah Kembali Tertekan"
Post a Comment