Search

Imbas Kasus CFO Huawei, Perusahaan China Larang Pegawainya Pakai Produk AS

Direktur University China Center di Oxford University Rana Mitter mengatakan, pemboikotan produk-produk AS merupakan awal dari pola yang kerap muncul di China dalam 30 tahun terakhir. Tapi biasanya hal semacam ini tak berkembang ke skala yang lebih besar kecuali ada campur tangan resmi dari pemerintah.

Sejauh ini belum ada perusahaan besar atau departemen pemerintah yang secara terang-terangan ambil bagian dari aksi boikot tersebut. Tapi sejumlah pemasok dan kelompok kecil secara antusias ikut andil.

Menpad, pemasok peralatan elektronik yang berbasis di Shenzen mengatakan pihaknya akan memberikan subsidi 15 persen pada siapa saja karyawan yang membeli telepon genggam dari perusahaan China seperti Huawei dan ZTE.

"Perusahaan akan menghukum karyawan yang membeli telepon Apple dengan denda 100 persen dari harga pasar. Berhenti membeli barang-barang dari AS seperti komputer," ungkap salah satu pegawai.

Peringatan tersebut telah dicabut namun perusahaan tidak mengkonfirmasi saat dihubungi CNN.

Sementara itu, Chengdu RYD Information Technology mengatakan, pihaknya hanya akan menggunakan perlengkapan elektronik dari Huawei dari sekarang. Para karyawan juga mendapatkan subsidi 15 persen untuk pembelian produk Huawei.

Sekretaris Dinas Perdagangan Nanchong Luo Qiang mengatakan aksi tersebut tidak dipelopori oleh pemerintah. Namun aksi boikot tersebut disuarakan oleh rakyat.

Sekadar informasi, beberapa waktu lalu Kanada diperkirakan akan mengekstradisi Meng ke AS atas tuduhan perusahaannya telah secara ilegal menerima pembayaran dari Iran yang berarti melanggar sanksi ekonomi yang dikenakan Negeri Paman Sam kepada negara Timur Tengah tersebut.

Let's block ads! (Why?)

https://www.liputan6.com/bisnis/read/3810686/imbas-kasus-cfo-huawei-perusahaan-china-larang-pegawainya-pakai-produk-as

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Imbas Kasus CFO Huawei, Perusahaan China Larang Pegawainya Pakai Produk AS"

Post a Comment

Powered by Blogger.