:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1962687/original/024753700_1520239618-20180305-Jokowi-Kembali-Gelar-Rapat-Kabinet-Paripurna-ANGGA-4.jpg)
Sebelumnya, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Ari Kuncoro mengemukakan beberapa strategi yang dapat ditempuh pemerintah dalam memperbaiki defisit transaksi berjalan.
Diketahui, Bank Indonesia (BI) telah merilis data defisit transaksi berjalan kuartal II-2018 tercatat 3 persen atau sebesar USD 8 miliar.
Angka ini lebih tinggi dibandingkan defisit di periode yang sama tahun sebelumnya 1,96 persen. Defisit transaksi berjalan kuartal II-2018 pun lebih lebar dibandingkan kuartal I-2018 sebesar 2,6 persen atau sebesar USD 5,5 miliar.
"Obat yang paling manjur itu mengembangkan industri berorientasi ekspor, kemudian sebagian bahan baku kita produksi. Nilai tambah ada, sehingga ada surplus untuk neraca perdagangan," kata dia di Jakarta, Rabu (18/9/2018).
Dia menjelaskan, defisit transaksi berjalan tidak hanya disumbangkan oleh defisit neraca perdagangan, melainkan juga oleh defisit di komponen pendapatan primer yang mencapai USD 8 miliar.
"Yang negatif USD 8 miliar itu (pendapatan primer). Keuntungan yang ditransfer keluar. Keuntungan orang luar yang ditransfer kembali (ke luar)," kata dia.
Defisit pendapatan primer ini, kata dia sebenarnya dapat ditolong dengan menaikan surplus di komponen pendapatan sekunder (secondary income).
"Kalau secondary income kita masih plus, tapi tidak cukup untuk sektor jasa semuanya. Belum oke sekarang USD 4. Kita di pekerja (secondary income) surplus USD 4, tapi USD 8 miliar (banding) USD 4 miliar kita masih kalah," jelas dia.
"Kenapa tidak (surplus) USD 8 miliar atau USD 12 miliar? Karena yang kita kirim kebanyakan tenaga informal yang di sektor rumah tangga," lanjut dia.
https://www.liputan6.com/bisnis/read/3651303/sri-mulyani-saya-terus-ngomel-selama-defisit-transaksi-berjalan-masih-lebarBagikan Berita Ini
0 Response to "Sri Mulyani: Saya Terus Ngomel Selama Defisit Transaksi Berjalan Masih Lebar"
Post a Comment