:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/712415/original/ilustrasi-BI-rate-140722-1-andri.jpg)
Bank Indonesia (BI) memandang tantangan pengelolaan likuiditas semakin meningkat di tahun 2019. Hal ini sejalan dengan berbagai faktor struktural yang mempengaruhi ke depannya.
Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter BI, Nanang Hendarsah menyebutkan ada tiga faktor yang sangat berpengaruh terhadap kondisi likuiditas yaitu pertama adalah kondisi global yang semakin dinamis dan mempengaruhi arus lalu lintas modal. Kemudian perubahan pola belanja penerimaan dan belanja pemenntah.
"Dan peningkatan kebutuhan uang kartal yang dipengaruhi oleh faktor musiman," kata dia dia Gedung BI, Jakarta, Senin (6/5/2019).
Dia melanjutkan, potensi pengetatan likuidltas jangka pendek dapat terjadi mengingat struktur mikro pasar uang yang sangat segmented, dimana likuiditas tidak terdistribusi secara merata pada sistem perbankan.
Oleh karena itu, BI selaku bank sentral mulai aktif melakukan beberapa upaya guna menjaga ketersediaan likuiditas perbankan.
"Bank Indonesia mulai aktif melakukan ekspansi moneter sejak pertengahan 2018 dan mulai mengaktifkan OPT (Operasi Pasar Terbuka) ekspansi secara reguler sejak Januan 2019," ujarnya.
Penguatan strategi operasi moneter dijelaskannya dilakukan tanpa mempengaruhi atau melakukan perubahan stance kebijakan moneter.
https://www.liputan6.com/bisnis/read/3966927/suku-bunga-acuan-bi-diprediksi-hanya-turun-25-bps-di-2019Bagikan Berita Ini
0 Response to "Suku Bunga Acuan BI Diprediksi Hanya Turun 25 Bps di 2019"
Post a Comment