:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2286255/original/096047100_1532074740-Tenaga-Kerja-Konstruksi-Bersertifikat5.jpg)
Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Moeldoko mendorong pemerintah untuk menerapkan modernisasi pertanian.
"Kami berharap, petani terbiasa menggunakan teknologi sebagai upaya meningkatkan produksi," kata Moeldoko, di penutupan acara Asian Agriculture and Food Forum (ASAFF) 2018, Sabtu (30/6/2018).
Moeldoko yang juga Kepala Staf Kepresidenan ini mengatakan, di negara maju, sektor pertanian menggunakan teknologi tinggi. Setiap benih, bibit, alat dan mesin pertanian selalu ditingkatkan dengan inovasi baru agar hasil meningkat mengimbangi pertumbuhan penduduk.
"Negara yang memiliki kemajuan di pertanian pasti memiliki high inovation. Petani kita, pertanian Indonesia, hanya bisa berkembang karena teknologi. Sementara ini masyarakat kita masih hampir sebagian tradisional," kata Moeldoko.
HKTI sendiri, lanjut Moeldoko, sudah melakukan sejumlah inovasi di sektor pertanian. Moeldoko mengaku telah menemukan benih padi yang berumur 70 hari bisa menghasilkan delapan ton per hektare.
"Saya punya M500 hasilnya sembilan ton," tambah Moeldoko.
Di samping padi, kata Moeldoko, HKTI juga telah berhasil menemukan bibit kentang yang bisa meningkatkan produktivitasnya. Menurutnya, hasil pengembangan kentang ini bisa mencapai produktivitas 30 ton per hektare, dua kali lipat dibanding dengan bibit kentang sebelumnya yang berjumlah 15 ton per hektare.
Bukan hanya produksi, petani Indonesia juga diharapkan bisa mandiri dalam mengola hasil buminya. Dengan pengelolaan dan pengemasan yang bagus, nilai jual pangan akan semakin tinggi.
"Percuma ada barang bagus tetapi tidak bisa mengolah. Karena itu, kami siapkan barang bagus, benih dan pupuk. Setelah itu kami dampingi dengan baik dan coba untuk bantu cari pembelinya," kata mantan Panglima TNI ini ini.
https://www.liputan6.com/bisnis/read/3651373/ri-butuh-17-juta-tenaga-kerja-melek-teknologi-di-2030Bagikan Berita Ini
0 Response to "RI Butuh 17 Juta Tenaga Kerja Melek Teknologi di 2030"
Post a Comment