:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2216035/original/023260300_1526473912-20180516-IHSG-1.jpg)
Sebelumnya, PT Asahan Aluminium Indonesia (Inalum) bakal membeli saham tresuri (treasury stock) PT Bukit Asam Tbk (PTBA).
"Benar (Beli saham treasuri PTBA-red)," ujar Head of Corporate Communication Inalum, Rendi Witular, saat dikonfirmasi Liputan6.com, lewat pesan singkat, Rabu, 8 Mei 2019.
Saham treasuri merupakan saham perusahaan yang telah diterbitkan dan dijual di pasar akan tetapi kemudian dibeli kembali untuk sementara.
Rendi menuturkan, ada sejumlah pertimbangan mendorong perseroan beli saham treasuri PT Bukit Asam Tbk. Prospek PTBA dalam jangka pendek dinilai akan ditopang oleh penjualan batu bara kalori tinggi (high calorie value/HCV) pada 2019 ini sebesar 3,8 juta ton.
Angka ini lebih tinggi dari HCV yang telah diproduksi pada 2018 yang masih di bawah 1 juta ton.
Selain itu, PTBA menyasar premium market dalam penjualan batu bara kalori tinggi ini. Salah satunya Jepang.
"Hingga kini PTBA telah memegang kontrak jual beli batu bara kalori tinggi ke pasar Sri Lanka, Taiwan, Filipina dan Jepang. Di Indonesia, cadangan batu bara kalori tinggi sendiri sudah tidak banyak lagi dan memiliki nilai jual tinggi," ujar dia.
Selain itu, pembayaran dividen PTBA yang akan dipertahankan pada level 75 persen dari laba bersih juga menjadi pemicu Inalum untuk menaikkan kepemilikan.
Terkait dengan prospek jangka panjang PTBA, Inalum memastikan transformasi bisnis perseroan ke sektor hilirisasi akan berjalan sesuai dengan rencana sehingga pertumbuhan pendapatan dan laba tidak lagi bergantung pada penjualan batu bara.
Pada 2019, PTBA sudah memulai tahapan konstruksi PLTU Mulut Tambang Sumsel-8 dengan kapasitas 2x620 MW yang akan mulai beroperasi 2022. Proyek ini merupakan PLTU mulut tambang terbesar di Indonesia.
PT Bukit Asam Tbk bersama Pertamina juga akan memulai pengembangan fasilitas gasifikasi batu bara yang dapat menghasilkan synthetical gas (syngas) hingga dimethyl ether (DME) yang bisa mensubstitusi liquefied petroleum gas (LPG) rumah tangga. Fasilitas gasifikasi itu diharapkan dapat berproduksi pada 2023.
Kemungkinan perseroan akan membeli dengan harga rata-rata 90 hari. “Harga rata-rata 90 hari,” kata Rendi.
Pada sesi pertama perdagangan saham Rabu, 8 Mei 2019 pukul 11.10 waktu JATS, saham PT Bukit Asam Tbk susut 5,29 persen ke posisi Rp 3.220 per saham.
Saham PTBA ditransaksikan dengan frekuensi 6.485 kali dengan nilai transaksi Rp 332,3 miliar.
https://www.liputan6.com/bisnis/read/3961829/lepas-saham-treasuri-bukit-asam-dapat-untung-49-persen-dari-harga-beliBagikan Berita Ini
0 Response to "Lepas Saham Treasuri, Bukit Asam Dapat Untung 49 Persen dari Harga Beli"
Post a Comment