:strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/829368/original/025186800_1426495077-Ilustrasi-Rupiah-Turun-150416.jpg)
Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih bertahan di atas level Rp 14.300 per USD. Angka ini jauh melampaui target pemerintah pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 sebesar Rp 13.400 per USD.
"Psikologisnya masyarakat Indonesia menghadapi kondisi sekarang kalau saya ketemu teman-teman, itu mereka beli dolar," ujar Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Faisal Basri, di Hotel Milenium, Jakarta, Rabu (11/7/2018).
Saat kondisi rupiah terpuruk pemerintah harus semakin gencar mengkampanyekan cinta rupiah. Tujuannya, masyarakat tidak berbondong-bondong membeli dolar di tengah tren pelemahan rupiah. "Terlepas dari masa lalu, (sekarang) tidak ada yang namanya gerakan cinta rupiah," kata Faisal.
Faisal melanjutkan, kampanye cinta rupiah juga harus disampaikan kepada pejabat. Sebab, masih banyak pejabat di Indonesia yang cenderung berternak dolar (menyimpan dolar dalam jumlah besar).
"Lebih parahnya di Indonesia pejabat elit itu berternak dolar. Saya ingat Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono), dulu tapi, sekarang mudah-mudahan tidak, kekayaannya 64 persen dolar. Buat apa sih pejabat itu berternak dolar?," katanya.
https://www.liputan6.com/bisnis/read/3586172/terkuak-fakta-mencengangkan-soal-rupiah-melemahBagikan Berita Ini
0 Response to "Terkuak, Fakta Mencengangkan soal Rupiah Melemah"
Post a Comment