:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2548792/original/068540900_1545186739-Foto_1_Liputan6.com.jpg)
Pembangunan Bendungan Logung membutuhkan waktu sekitar 5 tahun yang dimulai Desember 2014 dengan nilai kontrak Rp 620 miliar. Kontaktor pekerjaan adalah PT Wijaya Karya dan PT Nindya Karya (Kerjasama Operasi) dan konsultan supervisi PT Virama Karya, PT Caturbina Guna Persada dan PT Global Parasindo Jaya.
Selain Logung, Kementerian PUPR juga membangun enam waduk lainnya di Jawa Tengah. Bendungan tersebut yakni Bendungan Bener di Kabupaten Purworejo, Randugunting di Kabupaten Blora, Jlantah di Kabupaten Karanganyar, Jragung di Kabupaten Semarang, Gondang di Kabupaten Karanganyar dan Pidekso di Kabupaten Wonogiri.
Total daya tampung ketujuh bendungan tersebut mencapai sebesar 348,07 juta meter kubik.
Untuk menjaga kualitas air bendungan, Hari Suprayogi melanjutkan, ia mempersilakan adanya kegiatan perikanan tangkap di Bendungan Logunt, namun tidak untuk perikanan keramba.
"Kita sudah banyak pengalaman keramba ikan di bendungan yang mengakibatkan air bendungan tercemar dan ikan-ikan mati. Ini juga menjadi sumber air baku. Jadi saya harapkan Pemda tidak mengijinkan keramba ikan, tetapi kalau perikanan tangkap boleh," tegasnya.
https://www.liputan6.com/bisnis/read/3848943/mulai-terisi-air-bendungan-logung-mampu-genangi-5296-ha-sawahBagikan Berita Ini
0 Response to "Mulai Terisi Air, Bendungan Logung Mampu Genangi 5.296 Ha Sawah"
Post a Comment