:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1641377/original/045202600_1499335559-20170706-IHSG-Berakhir-Bertahan-di-Zona-Hijau-Angga-1.jpg)
Sebelumnya, Direktur Keuangan WSBP Anton YT Nugroho menyatakan, perseroan membukukan arus kas (cashflow) operasional sebesar Rp 1,1 triliun pada 2018. Ini dinilai capaian yang positif mengingat pada 2017 minus Rp 2,4 triliun pada 2017 dan pada 2016 minus Rp 3 triliun.
Menurut dia, capaian positif tersebut karena rasio posisi utang berbunga terhadap modal WSBP yang masih sebesar 0,77 kali, masih jauh dari batas yang ditentukan sebesar 2,5 kali. Dengan besaran ekuitas per 9M2018 sebesar Rp 7,45 triliun, WSBP masih memiliki kapasitas ruang pendanaan yang besar.
"Saat ini penerimaan termin yang sudah masuk mencapai Rp 9,8 triliun, kami terima lagi sampai akhir tahun ini sebesar Rp 1,6 triliun lagi, total sekitar Rp 11,4 triliun. Jadi tahun ini arus kas dari operasional akan surplus besar,“ ungkap Anton.
Saksikan video pilihan di bawah ini:
Kiat Investasi Reksa Dana Saham Saat IHSG Bergejolak
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Waskita Beton Precast Cetak Kontrak Baru Rp 6,51 Triliun"
Post a Comment