Search

Penggunaan Pestisida Berlebih Ancam Ketahanan Pangan RI

Untuk itu, lanjut Ratno, pemerintah perlu secara serius melaksanakan perbaikan lahan tanam secepatnya melalui Program Pembugaran Tanah (Soil Amendment Programme) dengan memperbaiki sifat dari biologi tanah.

“Selama ini kita hanya memperhatikan sifat fisika dan kimia, sementara aspek biologi tidak pernah dipikirkan. Nenek moyang kita jaman dulu tidak ada pupuk, tapi bisa menanam dan panen. Pada saat intesif mennggunakan pupuk, produksi malah turun atau terjadi gagal panen," tandas dia.

‎Sementara itu, ‎Ketua Kompartemen Tanaman Pangan Asosiasi Perbenihan Indonesia (Asbenindo) Yuana Leksana mengungkapkan, berdasarkan data Kementerian Pertanian (Kementan), dalam tiga tahun terakhir produksi padi memang terus meningkat, namun dari sisi produktivitas lahan mengalami penurunan.

"Produktivitas padi pada 2015 sebesar 5,34 ton per hektare (ha), kemudian turun menjadi 5,24 ton per ha dan 2017 hanya mencapai 5,16 ton per hektare (ha). Pemerintah telah mendorong penggunaan benih bermutu dan varietas unggul melalui subsidi benih. Anehnya, banyaknya bantuan benih pemerintah, namun dari aspek podukivitas malah menurun," jelas dia.

Untuk itu, menurut Yuana, pemerintah perlu mendorong penggunaan benih padi hibrida guna meningkatkan produktivitas lahan tanam pagi. Produktivitas padi hibrida lebih tinggi sekitar 20 sampai 30 persen ketimbang benih biasa.

“Hibrida sudah terbuki pada jagung karena sekitar 70 persen areal tanam sudah menggunakan hibrida. Padi hibrida menjadi pilihan di banyak negara Asia, misalkan China, India, Pakistan, Bangladesh, Filipina dan Vietnam,” tandas dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Bekerjasama dengan Tim Aeromodeling, Kodim 0706 Temanggung, Jawa Tengah menciptakan alat penyiram Pupuk Cair berbentuk Drone.

Let's block ads! (Why?)

https://www.liputan6.com/bisnis/read/3584542/penggunaan-pestisida-berlebih-ancam-ketahanan-pangan-ri

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Penggunaan Pestisida Berlebih Ancam Ketahanan Pangan RI"

Post a Comment

Powered by Blogger.